Hmmm..deg-degan juga..segala macam pikiran berkecamuk di batin. Jangan..jangan..ntar kl kenapa..kenapa gmn... wuahhhhhhhh...
Sebelum pemeriksaan aku tanya sama perawatnya bagaimana proses HSG ini biar siap mental lahir batin dehhh hehe. Begini nih caranya kata si perawat di ujung telpon;
1. Ibu tidur, terus miss V akan dibuka..."haa pake apa bukanya suster..dongkrak ya"
2. Lalu dari miss V akan dimasukkan cateter sampai mulut rahim (alamak...not again..miss V ku..ohh)
3. Dan dokter radiologis akan memasukkan obat kontras. HSG dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina. Kemudian dilakukan foto rontgen hingga akan terlihat apakah zat kontras tersebut masuk ke dalam saluran telur atau tidak. Bila masuk dan efeknya mules, berarti bebas dari perlekatan atau penyumbatan yang dalam istilah medis disebut paten. Sebaliknya bila zat kontras tidak dapat memasuki saluran telur dan ga sakit, berarti ada penyumbatan yang lebih dikenal dengan istilah saluran telur nonpaten.
4. Biaya HSGnya Rp. 350.000
Masih diujung telpon, Lalu kutanyakan lagi, persiapan apa yang harus kulakukan untuk pemeriksaan HSG ini, dengan ramahnya suster Yani memberitahukan:
1. Ibu..1 hari sebelum pemeriksaan tidak boleh berhubungan dengan suami dulu ya..(ok siap dehh..)
2. Bawa pembalut..."what..emang sampe berdarah-darah ya suster pemeriksaannya sahutku di ujung telpon..."..engga bu dewi..kan proses HSG memasukkan cairan kontras, nanti cairan ini biasanya akan keluar setelah pemeriksaan, daripada celana ibu basah..." ohhh gitu sahutku..ya ya..
3. Dan wajib didampingi oleh suami ibu..'ok suami saya, suami SIAGA"
Mas Yuli minta hari ini aku harus istirahat di rumah, biar pemeriksaan tar malam kondisi fisiku bagus..Ok boss
Bismillahirohmanirrohim..Ya Allah berikan kekuatan, kemudahan dan kelancaran..Amin
