Selasa, 10 November 2009

Informasi Obat Metformin

Indikasi:
- Pengobatan penderita diabetes yang baru terdiagnosis setelah dewasa, dengan atau tanpa kelebihan berat badan dan bila diet tidak berhasil.
- Sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif therhadap terapi tunggal sulfonilurea baik primer ataupun sekunder.
- Sebagai obat pembantu untuk mengurangi dosis insulin apabila dibutuhkan.

Kontra Indikasi:
Penderita kardiovaskular, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi dan peminum alkohol, koma diabetik, ketoasidosis, infark miokardial, keadaan penyakit kronik akut yang berkaitan dengan hipoksia jaringan, keadaan yang berhubungan dengan asidosis laktat seprti syok, insufisiensi pulmonar, riwayat asidosis laktat.

Komposisi:
METFORMIN 500
Tiap tablet salut selaput mengandung:
Metformin HCL ....................................... 500 mg

METFORMIN 850
Tiap tablet salut selaput mengandung:
Metformin HCL ....................................... 850 mg

Farmakologi:
Metformin adalah zat antihiperglikemik oral golongan biguanid untuk penderita diabetes militus tanpa ketergantungan terhadap insulin. Mekanisme kerja metformin yang tepat tidak jelas, walaupun demikian metformin dapat memperbaiki sensitivitas hepatik dan periferal terhadap insulin tanpa menstimulasi sekresi insulin serta menurunkan absorpsi glukosa dari saluran lambung-usus. Metformin hanya mengurangi kadar glukosa darah dalam keadaan hiperglikemia serta tidak menyebabkan hipoglikemia bila diberikan sebagai obat tunggal. Metformin tidak menyebabkan pertambahan berat badan bahkan cendrung dapat menyebabkan kehilangan berat badan.

Dosis:
Metformin harus diberikan bersama dengan makanan atau sesudah makan dalam dosis yang terbagi.
Tablet 500 mg
Dosis: 3 x sehari 1 tablet
Tablet 850 mg
Dosis awal: 1 x sehari 1 tablet (pagi)
Dosis pemeliharaan: 2 x sehari 1 tablet (pagi dan malam)

Catatan:
Dalam pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea atau insulin, kadar gula darah harus diperiksa, mengingat kemungkinan timbulnya hipoglikimea.
- Dosis harus diperbesar secara perlahan-lahan, satu tablet 500 mg 3 kali sehari atau satu tablet 850 mg 2 kali sehari seringkali cukup untuk mengendalikan penyakit diabetes. Hal ini dapat dicapai dalam beberapa hari, tetapi tidak jarang efek ini baru dicapainya dalam waktu dua minggu. Apabila efek yang diinginkan tidak dicapai, dosis dapat dinaikkan secara berhati-hati sampai maksimum 3 g sehari. Bila diperlukan tablet 850 mg dapat diberikan 3 kali sehari. Bila gejala diabetes telah dapat dikontrol, ada kemungkinan dosis dapat diturunkan.
- Apabila dikombinasikan dengan pengobatan sulfonilurea yang hasilnya kurang memadai, mula-mula diberikan satu tablet 500 mg, kemudian dosis metformin dinaikkan perlahan-lahan sampai diperoleh kontrol maksimal. Seringkali dosis sulfonilurea dapat dilanjutkan dengan metformin sebagai obat tunggal.
- Apabila diberikan bersama dengan insulin dapat diikuti petunjuk ini:
a. Bila dosis insulin kurang dari 60 unit sehari, mula-mula diberikan 1 tablet metformin 500 mg, kemudian dosis insulin dikurangi secara berangsur-angsur (4 unit setiap 2 - 4 hari).
Pemakaian tablet dapat ditambah setiap interval mingguan.
b. Bila dosis insulin lebih dari 60 unit sehari, pemberian metformin adakalanya menyebabkan penurunan kadar gula darah dengan cepat. Pasien demikian harus diamati dengan hati-hati selama 24 jam pertama setelah pemberian metformin, sesudah itu dapat diikuti petunjuk yang diberikan pada (a) di atas.

Dosis percobaan tunggal:
Penentuan kadar gula darah setelah pemberian suatu dosis percobaan tidak memberikan petunjuk apakah seorang penderita diabetes akan memberikan respon terhadap metformin. Efek maksimum mungkin baru diperoleh setelah pasien menerima pengobatan metformin berminggu-minggu dan oleh karena itu dosis percobaan tunggal tidak dapat digunakan untuk penilaian.

Efek Samping:
Efek samping bersifat reversible pada saluran cerna termasuk anoreksia, gangguan perut, mual, muntah, rasa logam pada mulut dan diare.
Dapat menyebabkan asidosis laktat tetapi kematian akibat insiden ini lebih rendah 10 - 15 kali dari fenformin dan lebih rendah dari kasus hipoglikemia yang disebabkan oleh glibenklamid/sulfonilurea. Kasus asidosis laktat dapat dibati dengan natrium bikorbonat. Kasus individual dengan metformin adalah anemia megaloblastik, pneumonitis, vaskulitis.

Peringatan dan Perhatian:
- Keadaan yang memicu hipoksia dan akumulasi laktat dapat menyebabkan terjadinya asidosis laktat yang berbahaya, maka metformin tidak boleh diberikan pada penderita penyakin kardiovaskuler, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi dan peminum alkohol.
- Terapi metformin jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan absorpsi vitamin B12 dan asam folat di saluran cerna, oleh karena itu perlu diperiksa kadar vitamin B12 dalam serumnya tiap tahun.
- Meskipun metformin tidak menimbulkan efek samping embrionik pada wanita hamil yang mengalami diabetes, insulin lebih baik daripada zat antihiperglikemik oral untuk mengontrol hiperglikemia pada kehamilan.
- Tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita menyusui.
- Kemungkinan terjadinya interaksi antara metformin dan antikoagulan tertentu, dalam hal ini mungkin diperlukan penyesuaian dosis antikoagulan.
- Perlu hati-hati untuk orang-orang lanjut usia, infeksi serius dan dalam keadaan trauma.

Interaksi Obat:
- Acarbose penghambat alpha-glukosidase mengurangi bioavailabilitas metformin dan mengurangi konsentrasi puncak plasma metformin rata-rata, tetapi waktu untuk mencapai konsentrasi puncak tersebut tidak berubah.
- Getah guar dapat mengurangi kecepatan absorpsi metformin dan mengurangi konsentrasi metformin dalam darah.
- Simetidin menghambat sekresi metformin pada tubular ginjal secara kompetitif dan meningkatkan daerah di bawah kurva konsentrasi plasma metformin terhadap waktu serta mengurangi ekskresi ginjal metformin.
- Antikoagulan oral phenprocoumon menambah eliminasi obat ini, meningkatkan aliran darah hati dan ekstraksi hati sebagai efek metformin pada aktivitas enzim mikrosomal.

Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (25 - 30 derajat Celsius).

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Jenis: Tablet

Produsen: PT Dexa Medica

Sumber : Di copy dari http://www.dechacare.com/METFORMIN-P590.html

Periksa Dokter Kandungan 3

Setelah 3 bulan terapi metformin, sesuai instruksi dr. Mukhlis Lubis harus cek LH dan FSH lagi di Prodia. Karena ga cek prolaktin jadi ga perlu puasa dulu.

Jumat pagi tanggal 30 Oktober 2009 jam 08.00 ambil darah lumayan 6o ml..waktu disuntik cnutt..cnutt mungkin karena tegang hihiii...Jam 7 malam ambil hasil di prodia dan dimalam yang sama langsung go ke RSIA Buah Hati...hmmmm dapat no urut 35 bakalan dipanggil jam 10 malam nihh.

detik..demi detik..menanti dengan resah
Menit..demi menit..cemas menghampiri
jam..demi jam..stress berat boooo

Karena ga berani lihat hasil tes dari prodia. Khawatir hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Padahal uda diet gula, ga disentuhh tuhh segala macam makanan dan minuman yang mengandung gula. Selama 3 bulan bener-bener gaya hidup sehat. Sampai turun berat badan dari 56,5kg jadi 53 kg...ccckkk jadi longar semua baju dan celana ampe yang dalam2 kikikkkk

Dan akhirnya jam 10 malam dipanggil masuk...langsung dr. Mukhlis meminta hasil lab...ternyata..ohh ternyata..LH dan FSH sudah turun yang awalnya:

------ Tes 1 LH 12,27 -----> Tes 2 LH 4,33
------ Tes 1 FSH 6,60 -----> Tes 2 FSH 1,80

Menurut dokter jauh lebih baik tapi nilai LH masih lebih tinggi dari FSH seharusnya nilainya sama..(mangsudnya kalo LH 4,33 ya seharusnya FSH 4,33)...

Ni dokter baik bangettt...good motivator n always positif thinking...beliau menyakinkan saya insya allah ibu bisa kok segera hamil..ok kita USG ya, kata beliau.

Sambil berbaring, dokter cek rahim saya..."ok ibu rahimnya lagi menebal nihh..tanggal berapa ibu biasanya datang bulan"..tanggal 10 dok ujar saya.

Ehhh si Mas yuli bingung, rahim menebal maksudnya apa dok...
Maksudnya ini tanda-tanda ibu akan datang bulan pak...
ohhh sambil mengangguk mas yuli mencoba untuk menenangkan diri..mungkin mas yuli pikir ada something wrong with my rahim.

Dengan kondisi LH dan FSH maka dokter minta rutin lagi minum METFORMIN selama 3 bulan sampai Januari 2010 dan PROFERTIL obat penyubur ..
Kata dokter sudah boleh minum profertil..mudah-mudahan ibu bisa segera hamil.

Oia si Profertil ini diminum pada saat haid hari pertama sampai hari kelima sehari 1 x.

Mudah-mudahan harapan dokter dan kami berdua terwujud...

Jumat, 07 Agustus 2009

Bayar Puasa Ramadhan




Puasa Ramadhan sebentar lagi, Alhamdulillah sudah 5 hari aku bayar puasa dari 7 hari, meskipun telat bayar puasa ramadhan tahun lalu...(uupss..jadi mayu dehhh). Sebenarnya agak berat nih bayarnya, karena cuacanya puanass banget jadi kerasa banget hausnya...

Sudah 5 hari pula aku ga keluar rumah, untung pas liburan semesteran. Coba kalo masuk, waduh gawat dehh makin berat bayar puasanya. Sms dan telpon dari mahasiswa bergantian masuk tiap harinya. Bertanya, "Ibu Dwi kapan ke kampus, saya mau bimbingan skripsi atau saya mau minta tanda tangan atau saya mau menyerahkan skripsi atau Bu kok nilai saya jelek sihhh"...Duhh mahasiswaku sayang, maafkan Ibumu ini lagi niat bayar puasa, malas keluar rumah panass banget (alasan *mode on), jadi yang mo bimbingan lewat email aja ya...(yiaahhh daripada kalian kalo internetan cuma FB-an mendingan dimanfaatkan jg untuk bimbingan ya kan hihi).

Sambil menunggu waktu berbuka...(aihhh mba..mba baru jg jam segini nungguin buka da ga tahan ya..hihi..)..aku jadi rajin ibadah..mulai dari sholat dhuha, baca Al-Qur'an, baca buku, cek email, buka FB tentunya dan main games hehe..terkadang bobo siang juga kalo da cape dan ngantuk tentunya hihi...

Sebenarnya agak bete di rumah terus, tapi tumben bener betah di rumah biasanya juga da ngacir ke tanah abang beli baju. Tapi sekarang ga dehh, walo dikasih uang sekalipun..(yakin nihh ga mau...nyesel lohh)..

Udh ahh ngeblognya, mo siap-siap sholat dhuha..kan lagi insyaf...

Kamis, 06 Agustus 2009

Doa Ikhtiarku Untuk Mendapatkan Keturunan




Doa yang kupanjatkan hampir di setiap 1/3 malam, kudapatkan dari nasehat seorang teman, dosen senior dikampusku. Cerita sedikit tentang sosok beliau yang sangat bersahaja diusia senja-nya, beliau 5 tahun menanti kehadiran seorang anak yang tak kunjung hadir menceriakan kehidupan rumah tangganya. Di suatu siang, setelah kami selesai mengajar, entah saya lupa yang mengawali cerita panjang tentang usaha beliau memiliki anak...

Beliau bercerita ya saya sebut Bapak M ya...Berbagai usaha, pengobatan dan banyak dokter Bapak M kunjungin untuk mencari solusi kesehatan yang dia hadapi. Semua dokter yang beliau kunjungin memastikan bahwa Bapak M mandul. Beliau sangat sedih mendengarnya. Berbagai usaha baik yang medis maupun non medis beliau lakukan demi memperoleh keturunan. Sempat juga Bapak M putus asa atas usaha yang tidak membuahkan hasil. Akhirnya beliau berserah diri pada Yang Maha Kuasa Allah SWT.

Hingga suatu hari, Bapak M sholat berjamaah di salah satu masjid di kota Jakarta. Di masjid tersebut, beliau berkenalan dengan seorang dokter umum...(kata Bapak M, dokter ini mantan suami ustadzah LS yang terkenal itu lohh bu dwi hihi si bapak gosip jg dehh...)

Dalam perkenalan tersebut, terjadilah perbincangan yang cukup menarik diantara mereka berdua. Bapak M menceritakan kondisi dia yang dinyatakan mandul oleh semua dokter kandungan yang beliau kunjungin. Lalu Bapak Dokter ini memberikan alamat prakteknya dan meminta Bapak M untuk bersilaturahmi. Bapak M sedikit bingung, dalam benaknya, "untuk apa saya bertemu denganya sudah jelas saya mandul dan Bapak dokter ini bukan ahli kandungan hanya dokter umum biasa".

Singkat cerita, akhirnya Bapak M mengunjungi Bapak Dokter. Karena menurutnya tidak mungkin Bapak Dokter memintanya datang kalau Bapak Dokter ini tidk punya solusi untuk dirinya yang mandul.

Setelah bercerita kembali mengenai kondisinya, Bapak Dokter hanya mengatakan "Bapak M silakan pulang, sampai rumah silakan Bapak M buka Al-Qur'an SURAT HUD AYAT 6 dan SURAT FATHIR AYAT 11. Bapak M baca dan percaya serta yakin bahwa Allah SWT lah yang Maha Menentukan. Setelah itu hafalkan surat ini dan amalkan pada setiap 1/3 malam dengan sholat tahajud dan hajat ".

Dalam perjalanan pulang, Bapak M terus berpikir apa maksud Bapak Dokter ini, saya pikir saya akan diperiksa, dibuat surat pengantar untuk cek lab, dan resep obat yang sudah banyak beliau minum selama ini. Sesampai dirumah beliau buka Al-Quran dan pelan-pelan beliau baca.

SURAT HUD AYAT 6





Artinya:
" Dan tidak ada suatu binatang melata* pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi Rezekinya, dan Dia Mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya**. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)"

* Yang dimaksud binatang melata disini ialah segenap Makhluk Allah yang bernyawa
** Menurut sebagian ahli tafsir, yang dimaksud dengan tempat berdiam disini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain, maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

SURAT FATHIR AYAT 11





Artinya:
" Dan Allah Menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia Menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun menggandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan Sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah Mudah".

SUBHANALLAH, ternyata Allah SWT menurunkan ayat yang begitu indahnya.

Sambi menitikkan airmata Bapak M, terus berulang kali membaca Surat Hud ayat 6 dan Surat Fathir ayat 11 ini. Beliau pun mengamalkan surat ini di sholat malam, mohon agar dikabulkan doa dan hajatnya. Syukur Alhamduillah, selang 3 bulan setelah Bapak M mengamalkan ayat ini di sholat malamnya beliau dikarunia seorang anak. SUBHANALLAH, ALLAH MAHA BESAR. TIDAK ADA YANG MUNGKIN BAGI ENGKAU YA ALLAH DZAT YANG MAHA SEMPURA.. NIKMAT TUHAN MANA LAGI YANG AKAN ENGKAU DUSTAI.

Mendengar pengalaman Bapak M, saya pun langsung berniat dan berjanji untuk terus berikhtiar dan memohon didalam setiap sholat malamku, semoga Allah SWT menjadikan hambamu ini sebaagai salah seorang perempuan yang dapat mengandung dan melahirkan atas SepengetahuanNya. Amin Yaa Rabbal Alamin..

Hikmah dari pengalaman Bapak M ini adalah tidak ada yang mungkin bagi Allah SWT. Karena rejeki, mati dan jodoh Allah SWT yang menentukan. Tinggal bagaimana usaha dan ikhtiar kita meraih semua keinginan dan asa. Karena semakin kita dekat dengan Allah SWT semakin kita dekat dengan HidayahNya.

Bismillahirrohmanirrohim, semoga Allah SWT menggabulkan doa kami untuk dapat memiliki amanah terbesar dan terindah dalam kehidupan rumah tangga kami.

Bismillahirrohmanirrohim, semoga kami mampu menjalankan ikhtiar kami...

Bismillahirrohmanirrohim, semoga kami diberi keteguhan iman dan taqwa. Amin

Untuk Bapak M dan Bapak Dokter, terima kasih telah memberikan saya bekal untuk terus berikhtiar dalam memiliki keturunan. Kami percaya akan kebesaran Allah SWT. Dan akan terus menjalankan sholat malamku dengan ikhlas lillahi ta'ala..amin




Rabu, 29 Juli 2009

Periksa Dokter Kandungan 2

Setelah menerima hasil HSG jam 22.00 WIB di hari jumat 24 Juli 2009, kami putuskan untuk ketemu dr. Muchlis besok paginya Sabtu 25 Juli 2009 jam 9.00 WIB. Kami persiapkan hasil pemeriksaan dari prodia dan HSG.

Jam 08.00 kita on the way ke RSIA Buah Hati, Alhamdulillah dapat no urut 10.
Jam 10.15 kita dipanggil masuk, setelah say hello saya berikan hasil pemeriksaan. Yang pertama dilihat hasil HSG....
Berikut hasilnya:



Dr. Muchlis tersenyum bahagia ternyata hasil HSG aku bagus jadi tidak ada masalah di kedua saluran tubaku. Lalu beliau membaca pemeriksaan LH, FSH dan Prolactin.



Menurut dokter saya ada masalah di LH dan FSH. Nilai LH saya sangat tinggi 12,47 dan FSH sangat kecil 6,60. Normalnya Nilai FSH harus dua kali lipat nilai LH..Jadi kalau nilai FSH 12 maka nilai LH 6, tapi ini justru terbalik.

Penyebabnya karena kandungan gula darah di rahim saya tinggi dan bersifat lokal, karena berdasarkan hasil lab gula darah saya normal, hanya di rahim tinggi jadi bersifat lokal. Saya memang ada keturunan diabetes.

Akhirnya dokter minta saya untuk terapi minum obat penurun gula darah selama 3 bulan. Dan olahraga, makan menu sehat. Lalu setelah itu cek FSH dan LH lagi.

Just for information;
~~~ Obat penurun gula darah untuk 1 bulan (30 butir) Rp. 30.000,-
~~~ Jasa dokter Rp. 70.000,-
~~~ Jenis tindakan Rp. 15.000,-

TOTAL Rp. 115.000,-

Hmmm..harus mulai olahraga lagi nihh..biar cepat normal..

Selasa, 28 Juli 2009

Pemeriksaan HSG di RS Syarif Hidayatullah Jakarta


Hmm persiapan jelang pemeriksaan HSG tanggal 24 Juli 2009 membuatku tegang. Setelah sholat maghrib tidak lupa aku memanjatkan doa ke hadapan Illahi Robbi semoga pemeriksaan HSG berjalan lancar tidak ada yang mengkhawatirkan, diberikan kekuatan dan kemudahan. Setelah memanjatkan doa hati ini masih resah gelisah, akhirnya aku ambil Al-Qur'an ku baca beberapa ayat suci Al-Quran hingga tanpa terasa airmata mengalir.

Sesaat sebelum berangkat ke RS aku cek lagi yang wajib dibawa... Surat pengantar, pembalut, dan celana dalam semua sudah ada di dalam tas. Jam 18.35 WIB aku berangkat ke rumah sakit. Oia pemeriksaan HSG dimajukan yang awalnya jam 20.00 jadi jam 19.30 WIB karena dokternya ada acara. Karena pemeriksaan malam hari jadi aku janjian dengan Mas Yuli ketemu di rumah sakit saja. Sepanjang perjalanan tidak lepas hati dan lisan ini membaca Al-Fatihah.


Jam 18.50 WIB tiba di RS, aku langsung ke bagian radiologi. Setelah memberikan surat pengantar dari dr. A. Muchlis Lubis, SPOG aku diminta oleh petugas untuk membayar dulu di Kasir. Alhamdulillah karena aku kerja di UIN Syrif Hidayatullah jadi dapat diskon 20%. Biaya HSG Rp. 330.000,- diskon 20% jadi aku hanya membayar Rp. 264.000,-.

Sambil aku menunggu dipanggil dan menanti kedatangan suami, aku maen games di handphone. Lima menit kemudian sumaiku datang...Kami mengobrol tentang pekerjaan mas yuli di kantor dan perjalanannya dari kantor ke rumah sakit. Ternyata mas yuli keluar dari kantor di lantai 18 ga naik lift. Karena kalau naik lift antri harus tunggu minimal 15 menit khawatir ketinggalan kereta. Akhirnya turun melalui tangga darurat. Aihhh pantas saja wajahnya terlihat sangat lelah.

Jarum jam tangan terus berputar, detik demi detik, menit ke menit membuat hati ini gelisah. Petugas menyampaikan kepada kami pemeriksaan mundur karena dokternya telat . Untuk menenangkan jiwaku, mas yuli memijat tangan dan kakiku..biar rileks ujarnya..

Jam 20.00 WIB tepat kami diminta masuk ke ruangan, oleh petugas saya diminta memakai baju khusus. Melihat peralatan yang ada takut juga euyy. Setelah itu aku diminta tidur dimeja pemeriksaan untuk difoto awal, petugas menyebutnya foto kosong dulu maksudnya untuk melihat kondisi rahimku sebelum HSG..lalu klik selesai..Alhamdulillah menurut petugas hasilnya bagus dan bersih. Setelah itu petugas menyampaikan bahwa dokternya laki-laki...uuupss...duhh malu nihh. Tapi santai aja dehh..

Jam 20.15 dr. Ayat Rahayu, Sp.Rad.,M.Kes masuk ke ruangan. Dokter radiologisnya sangat ramah sekali, humoris dan komunikatif. Beliau membuat saya menjadi rileks. Beliau mencek alat-alat yang akan digunakan. Lalu menjelaskan kepada kami alat-alat yang akan digunakan sebagai berikut:
1. Cateter yang akan dimasukkan sampai mulut rahim
2. Cocor Bebek...(aku bilang ke dokter itu dongkrak ya dok..hehe serem banget alatnya)
3. Suntikan untuk memasukkan cairan kontras
4. Cairan kontras
5. Betadine

Lalu perawat meminta saya yang masih terbaring dimeja pemeriksaan untuk pelan-pelan maju sampai pantat di ujung meja dan kaki saya naik diatas meja. UUps dengan posisi seperti itu risih banget.

Sebelum proses, dokter Ayat menyampaikan bagaimana pemeriksaan ini berlangsung agar saya punya gambaran. Dokter berpesan ke saya:

1. Jangan ngeden ya, kalo sakit tarik napas saja biar balonnya ga lepas. Jadi di ujung cateter ada balon yang akan ditiup kalo cateter sudah di mulut rahim.

2. Pada saat obat kontras dimasukkan rasanya seperti sakit pada saat haid cuma lebih sakit dikit...seperti kalau kontraksi waktu melahirkan..."lohh gimana tau rasanya kontraksi melahirkan aja belum dok...(protes nnih yeee)".


Jam 20.20 WIB proses HSG berlangsung.

Pertama, dokter memberikan cairan betadine di sekitar miss V..untuk mensterilkan dari bakteri dan kuman.

Kedua, dokter memasukkan cocor bebek..ampyun deh ga nyaman dan risih banget. Agak sedikit perih

Ketiga, dokter memasukkan cateter ke mulut rahim. Dokter agak kesulitan memasukkan cateter kerena ternyata mulut rahim saya pendek. Terpaksa pakai alat tambahan untuk memasukkan cateter lumayan lama sekitar 10 menit.

Keempat, setelah cateter masuk, saya diminta untuk pelan-pelan mundur menggunakan dorongan kaki sampai posisi saya bisa tidur lurus dan posisi rahim saya berada di bawah lampu.

Kelima, dokter memasukkan cairan kontras, 1 menit pertama mulai terasa mules, lalu dokter memasukkan cairan kontras sebanyak 5ml. Menit ke 3 mules yang amat sangat sakit terjadi. Ga tahan banget pengen nangis dan teriak, dokter menyampaikan sakit yang ibu rasakan sebenarnya adalah berita baik. Berarti di saluran tuba ibu tidak ada sumbatan.

Keenam, mulailah petugas mefoto kondisi rahimku dari posisi terlentang, miring dan terlentang lagi.

Sambil menahan sakit di bagian perut, dokter terus membesarkan hatiku bahwa hasilnya bagus, normal dan paten.

Jam 21.15 WIB HSG selesai, tapi kok masih sakit diperut. Rasanya mo pingsan, kram di kaki. Akhirnya dokter memasukkan obat pengurang sakit melalui anus, katanya lima menit lagi sakitnya hilang. Waduhhh kenapa lama dok..saya ga kuat dok..

Mas Yuli terus berusaha menghiburku, aku coba menahan rasa sakit dan bangun dari meja pemeriksaan. Dari miss V..keluar cairan kontras dan betadine.

Dokter meminta saya untuk buang air kecil dulu, nanti obat kontrasnya keluar jadi mengurangi rasa sakit dan setelah buang air kecil di foto lagi.

Dengan tertatih-tatih saya menuju toilet karena rasanya mules banget seperti pengen BAB.

Jam 22.00 WIB hasil HSG jadi, dan dokter minta saya untuk menemui dokter kandungan lagi.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

Senin, 27 Juli 2009

Sekilas tentang HSG...

Pemeriksaan Hysterosalpingografi (HSG) adalah pemeriksaan X-ray dari tuba fallopii dan uterus dengan menggunakan kontras yang diinjeksikan melalui cervik uteri. Pada kasus infertilitas pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosa ada atau tidaknya sumbatan pada salah satu atau kedua tuba fallopii yang dapat menghambat penyatuan sperma dan sel telur. Disamping itu, HSG juga dapat memberikan gambaran dari cavum uteri dan mendeteksi adanya abnormalitas uterus yang juga dapat menyebabkan infertilitas atau keguguran yang berulang.... Kadang pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosa penyebab nyeri pelvis yang berasal dari dalam uterus atau memberikan informasi keberhasilan operasi tuba beberapa minggu atau bulan pasca operasi (Abington Reproductive Medicine, 2002).

Biasanya, HSG dilakukan 2 – 5 hari setelah menstruasi berakhir dan sebelum ovulasi untuk memastikan bahwa pasien tidak dalam keadaan hamil saat prosedur dilakukan.
Suatu penelitian terbatas menyatakan bahwa fertilitas meningkat setelah HSG dilakukan dengan kontras minyak. Hipotesis tersebut menyatakan bahwa setelah pemberian, adhesi berkurang, fungsi cavum uteri meningkat, mucus menghilang dan kemampuan otot polos meningkat. Hal ini menyatakan bahwa HSG dapat mempunyai aplikasi terapi. Tapi, kebanyakan HSG dilakukan hanya untuk tujuan diagnostik karena efek terapeutiknya yang masih kontroversial (EcureMe.Com, 2002).


Bahan Kontras

Pada tahun-tahun yang terakhir ini dipakai juga bahan kontras lipiodol ultrafluid untuk pemeriksaan HSG. Bahan kontras ini juga dipakai untuk limfografi, sialografi, fistulografi dan untuk saluran-saluran yang halus misalnya saluran air mata (Gani Ilyas & Sudarmo Saleh Purwohudoyo, 2000).

Kekurangan lipiodol ialah bahwa resorpsi kembali berlangsung lama sekali jika kontras ini masuk ke dalam rongga peritoneum. Sekarang oleh ahli radiologi di Indonesia lebih banyak di pakai bahan kontras cair dalam air. Penggunaan urografin 60 % (meglumin diatrizoate 60 % atau sodium diatrizoate 10 %). Bahan kontras ini sifatnya encer, memberikan opasitas yang memuaskan dan mudah masuk kedalam tuba dan menimbulkan pelimpahan kontras kedalam rongga peritoneum dengan segera (Gani Ilyas & Sudarmo Saleh Purwohudoyo, 2000).

Indikasi HSG

Indikasi HSG yang paling sering ialah dalam bidang ginekologi, yaitu :

1. Sterilitas primer maupun sekunder, untuk melihat potensi tuba.

2. Untuk menentukan apakah IUD (Intra Uterine Device) masih ada dalam cavum uteri.

3. Pada perdarahan pervaginam sedikit, misalnya yang disebabkan mioma uteri, polip endometrium, adenomatorus.

4. Abortus habitualis dalam trimester II, dengan HSG dapat diketahui lebar dan konfigurasi uteri internum.

5. Kelainan bawaan uterus atau adhesi bila kanalis servisis dan cavum uteri yang dapat menyebabkan abortus.

6. Tumor maligna cavum uteri.

Kontra Indikasi HSG

1. Proses inflamasi yang akut pada abdomen.

2. Hamil muda, karena bahaya terjadinya abortus.

3. Perdarahan pervaginam yang berat.

4. Setelah curettage atau dilatasi kanalis servisis.

5. Penyakit ginjal dan jantung yang lanjut

Komplikasi HSG

Umumnya komplikasi HSG hanya ringan saja. Keluhan utama ialah rasa nyeri pada waktu pemeriksaan dilakukan. Rasa nyeri ini akan hilang sendiri dalam beberapa jam. Kadang-kadang timbul keadaan pra-renjatan (pre-shock) karena pasien sensitiv terhadap kontras.

Prosedur Pelaksanaan

Sebelum pemeriksaan dilaksanaan, tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat :

ª Alergi terhadap bahan X-ray, obat – obatan atau makanan.

ª Asma

ª Sedang dalam terapi

ª Kelainan perdarahan

Jika pasien mempunyai infeksi pelvis, sebaiknya diberikan antibiotik sebelum tes dilakukan (EcureMe.Com, 2002).

Prosedur :

ª Pasien diminta membuka pakaian dan berbaring pada meja pemeriksaan

ª Kemudian pemeriksa, dapat ahli radiology atau ginekolog akan memasukkan speculum kedalam vagina, menempatkan sebuah tabung kedalam servik, lalu kontras di injeksikan kedalam uterus

ª Kontras akan mengisi uterus dan tuba fallopii dan akhirnya akan tumpah memenuhi cavum pelvis disekeliling uterus dan tuba

ª Beberapa foto akan diambil selama pemeriksaan berlangsung

ª Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menggunakan fluoroskopi.

Efek Samping

Hal-hal yang mungkin timbul setelah pemeriksaan Hysterosalpingografi antara lain (Abington Reproductive Medicine.Com, 2002) :

1. Bercak darah pervaginal selama beberapa hari
2. Nyeri atau rasa kram yang moderat mungkin dapat timbul beberapa jam setelah beberapa jam post pemeriksaan
3. Demam atau nyeri yang persisten dapat merupakan indikasi berkembangnya infeksi. Gejala-gejala ini sebaiknya dilaporkan kepada dokter jika menetap lebih dari beberapa jam.
4. Pemakain semprot, sanggama, atau tampon vagina sebaiknya ditunda hingga 48 jam setelah prosedur.

Dikutip dari http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/01/hysterosalpingografi/