Selasa, 28 Juli 2009

Pemeriksaan HSG di RS Syarif Hidayatullah Jakarta


Hmm persiapan jelang pemeriksaan HSG tanggal 24 Juli 2009 membuatku tegang. Setelah sholat maghrib tidak lupa aku memanjatkan doa ke hadapan Illahi Robbi semoga pemeriksaan HSG berjalan lancar tidak ada yang mengkhawatirkan, diberikan kekuatan dan kemudahan. Setelah memanjatkan doa hati ini masih resah gelisah, akhirnya aku ambil Al-Qur'an ku baca beberapa ayat suci Al-Quran hingga tanpa terasa airmata mengalir.

Sesaat sebelum berangkat ke RS aku cek lagi yang wajib dibawa... Surat pengantar, pembalut, dan celana dalam semua sudah ada di dalam tas. Jam 18.35 WIB aku berangkat ke rumah sakit. Oia pemeriksaan HSG dimajukan yang awalnya jam 20.00 jadi jam 19.30 WIB karena dokternya ada acara. Karena pemeriksaan malam hari jadi aku janjian dengan Mas Yuli ketemu di rumah sakit saja. Sepanjang perjalanan tidak lepas hati dan lisan ini membaca Al-Fatihah.


Jam 18.50 WIB tiba di RS, aku langsung ke bagian radiologi. Setelah memberikan surat pengantar dari dr. A. Muchlis Lubis, SPOG aku diminta oleh petugas untuk membayar dulu di Kasir. Alhamdulillah karena aku kerja di UIN Syrif Hidayatullah jadi dapat diskon 20%. Biaya HSG Rp. 330.000,- diskon 20% jadi aku hanya membayar Rp. 264.000,-.

Sambil aku menunggu dipanggil dan menanti kedatangan suami, aku maen games di handphone. Lima menit kemudian sumaiku datang...Kami mengobrol tentang pekerjaan mas yuli di kantor dan perjalanannya dari kantor ke rumah sakit. Ternyata mas yuli keluar dari kantor di lantai 18 ga naik lift. Karena kalau naik lift antri harus tunggu minimal 15 menit khawatir ketinggalan kereta. Akhirnya turun melalui tangga darurat. Aihhh pantas saja wajahnya terlihat sangat lelah.

Jarum jam tangan terus berputar, detik demi detik, menit ke menit membuat hati ini gelisah. Petugas menyampaikan kepada kami pemeriksaan mundur karena dokternya telat . Untuk menenangkan jiwaku, mas yuli memijat tangan dan kakiku..biar rileks ujarnya..

Jam 20.00 WIB tepat kami diminta masuk ke ruangan, oleh petugas saya diminta memakai baju khusus. Melihat peralatan yang ada takut juga euyy. Setelah itu aku diminta tidur dimeja pemeriksaan untuk difoto awal, petugas menyebutnya foto kosong dulu maksudnya untuk melihat kondisi rahimku sebelum HSG..lalu klik selesai..Alhamdulillah menurut petugas hasilnya bagus dan bersih. Setelah itu petugas menyampaikan bahwa dokternya laki-laki...uuupss...duhh malu nihh. Tapi santai aja dehh..

Jam 20.15 dr. Ayat Rahayu, Sp.Rad.,M.Kes masuk ke ruangan. Dokter radiologisnya sangat ramah sekali, humoris dan komunikatif. Beliau membuat saya menjadi rileks. Beliau mencek alat-alat yang akan digunakan. Lalu menjelaskan kepada kami alat-alat yang akan digunakan sebagai berikut:
1. Cateter yang akan dimasukkan sampai mulut rahim
2. Cocor Bebek...(aku bilang ke dokter itu dongkrak ya dok..hehe serem banget alatnya)
3. Suntikan untuk memasukkan cairan kontras
4. Cairan kontras
5. Betadine

Lalu perawat meminta saya yang masih terbaring dimeja pemeriksaan untuk pelan-pelan maju sampai pantat di ujung meja dan kaki saya naik diatas meja. UUps dengan posisi seperti itu risih banget.

Sebelum proses, dokter Ayat menyampaikan bagaimana pemeriksaan ini berlangsung agar saya punya gambaran. Dokter berpesan ke saya:

1. Jangan ngeden ya, kalo sakit tarik napas saja biar balonnya ga lepas. Jadi di ujung cateter ada balon yang akan ditiup kalo cateter sudah di mulut rahim.

2. Pada saat obat kontras dimasukkan rasanya seperti sakit pada saat haid cuma lebih sakit dikit...seperti kalau kontraksi waktu melahirkan..."lohh gimana tau rasanya kontraksi melahirkan aja belum dok...(protes nnih yeee)".


Jam 20.20 WIB proses HSG berlangsung.

Pertama, dokter memberikan cairan betadine di sekitar miss V..untuk mensterilkan dari bakteri dan kuman.

Kedua, dokter memasukkan cocor bebek..ampyun deh ga nyaman dan risih banget. Agak sedikit perih

Ketiga, dokter memasukkan cateter ke mulut rahim. Dokter agak kesulitan memasukkan cateter kerena ternyata mulut rahim saya pendek. Terpaksa pakai alat tambahan untuk memasukkan cateter lumayan lama sekitar 10 menit.

Keempat, setelah cateter masuk, saya diminta untuk pelan-pelan mundur menggunakan dorongan kaki sampai posisi saya bisa tidur lurus dan posisi rahim saya berada di bawah lampu.

Kelima, dokter memasukkan cairan kontras, 1 menit pertama mulai terasa mules, lalu dokter memasukkan cairan kontras sebanyak 5ml. Menit ke 3 mules yang amat sangat sakit terjadi. Ga tahan banget pengen nangis dan teriak, dokter menyampaikan sakit yang ibu rasakan sebenarnya adalah berita baik. Berarti di saluran tuba ibu tidak ada sumbatan.

Keenam, mulailah petugas mefoto kondisi rahimku dari posisi terlentang, miring dan terlentang lagi.

Sambil menahan sakit di bagian perut, dokter terus membesarkan hatiku bahwa hasilnya bagus, normal dan paten.

Jam 21.15 WIB HSG selesai, tapi kok masih sakit diperut. Rasanya mo pingsan, kram di kaki. Akhirnya dokter memasukkan obat pengurang sakit melalui anus, katanya lima menit lagi sakitnya hilang. Waduhhh kenapa lama dok..saya ga kuat dok..

Mas Yuli terus berusaha menghiburku, aku coba menahan rasa sakit dan bangun dari meja pemeriksaan. Dari miss V..keluar cairan kontras dan betadine.

Dokter meminta saya untuk buang air kecil dulu, nanti obat kontrasnya keluar jadi mengurangi rasa sakit dan setelah buang air kecil di foto lagi.

Dengan tertatih-tatih saya menuju toilet karena rasanya mules banget seperti pengen BAB.

Jam 22.00 WIB hasil HSG jadi, dan dokter minta saya untuk menemui dokter kandungan lagi.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar