Sabtu, 11 Juli 2009

Periksa Dokter Kandungan

Hmmm..sudah cukup lama saya dan suami ga ke dokter kandungan lagi. Berdasarkan catatan suami terakhir ke dokter kandungan September 2007 dengan dr. Fitriani. Bukannya kami berputus asa karena sudah tiga tahun belum juga diberi keturunan, abis setiap kali periksa selalu USG Vaginal (ampyunnnn dehhh...sakit..risih..dan malunya itu lohhhh..diobok2 teyus hehheee...)dan diberi obat hormon...guess what apa yang terjadi ...berat ku naik 7 kg..jadilah baju yang tadinya size M jadi XL..luar dalam booo...luar biasa gendutt...pipi jadi chubby...tapi seneng juga karena.... baju ku jadi baru semua, celana, n pakaian dalam...wkkwkkk...

Hari senin tanggal 9 Juli 2009 jam 18.15 kami putuskan untuk kembali periksa ke dokter kandungan. Rasa penasaran masih menggelayuti pikiran kami..ada apa dan kenapa kami belum juga punya keturunan...Berdasarkan referensi tetangga, kami coba dokter kandungan baru di RSIA Buah Hati dengan Dr. Muchlis Lubis, SPOG...sebenarnya agak malas kalo harus ke dokter baru..pasti nanti harus periksa ini itu yang sebelumnya sudah kami lakukan dengan Dr. Fitriani.

Alhamdulillah.. Dr. Muchlis sangat baik dan komunikatif dengan kami..beliau tanya tentang histori kami dengan dokter sebelumnya..dan saya berikan berkas medis dan hasil lab yang pernah kami lakukan..

Beliau sangat terkejut pada waktu saya ceritakan pemberian obat hormon dari dokter sebelumnya tanpa ada pemeriksaan lab..karena menurut Dr. Muchlis seharusnya pemberian obat hormon harus berdasar kondisi kesehatan kita..kita kekurangan hormon progesteron atau hormon lainnya..alamakkkkk...

Akhirnya saya diminta oleh dokter untuk periksa lab HSG, LH, FSH dan Prolactin dulu.

HSG merupakan pemeriksaan rahim dengan memasukkan alat melalui vagina...aihhhh please not again...HSG harus dilakukan pada hari haid yang ke 9 atau 10 atau 11. Wahh berarti bisa pemeriksaan HSG baru dilakukan setelah aku datang bulan dehh.

Pemeriksaan luteinizing hormone (LH) merupakan pengukuran kadar LH, yaitu suatu hormon yang berperan dalam proses reproduksi. LH disebut juga gonadotropin, dihasilkan oleh sel-sel gonad yang berada pada kelenjar pituitari di dasar otak dan pengeluaran hormon ini dirangsang oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH). LH pada wanita berfungsi untuk membantu pelepasan sel telur dari folikel, sedangkan pada pria berfungsi untuk merangsang testis dalam mensintesis hormon steroid dan merangsang produksi testosteron pada sel Leydig.

Pemeriksaan folicle stimulating hormone (FSH) merupakan pengukuran kadar FSH, yaitu suatu hormon yang berperab dalam reproduksi. FSH disebut juga gonadotropin, dihasilkan oleh sel-sel gonad yang berada pada kelenjar pituitari di dasar otak dan pengeluaran hormon ini dirangsang oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH). FSH pada wanita berfungsi untuk merangsang pematangan folikel, sedangkan pada pria berfungsi untuk merangsang aktivitas di tubulus seminiferus seperti spermatogenesis, merangsang sekresi estrogen pada sel sertoli dan memperkuat efek luteinizing hormone (LH) dalam merangsang sel Leydig.

Pemeriksaan prolaktin merupakan pengukuran kadar hormon prolaktin. Kadar prolaktin yang tinggi pada wanita dapat menyebabkan ovarium bereaksi melawan stimulasi gonadotropin, sedangkan pada pria dapat mempengaruhi sekresi hormon seks yang berakibat terganggunya spermatogenesis atau impotensi.

Hmmm..pemeriksaan lab ini harus dilakukan pada masa haid dan untuk HSG setelah masa haid...nunggu tamu bulanan aja kok lama bener nihh ga datang2..soalnya penasaran bangett pengen segera tau kondisi yang sebenarnya...

Ya Allah Ya Robbi berikanlah kepada kami kekuatan untuk menjalaninya
Ya Allah...amin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar